Slider

Cari Blog Ini

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Video Terbaru

Cerita Dewasa

Foto Dewasa

Cerita Dewasa ABG

Cerita Dewasa Selingkuh

Cerita Dewasa Tante

Video Dewasa

» » » » Cerita Dewasa Adik Kelas Pengertiaan


Cerita Dewasa Adik Kelas Pengertiaan - Tumben banget bel pulang sekolah bunyi gak ngaret kayak biasanya. Suasana pulang yang ricuh tiba-tiba menghening. Ternyata ada si Desi, anak kelas 1 yang tersohor dengan muka yang cakep banget di tambah body sexy yang terbalut seragam super minim itu sedang lewat. 

Namun suasana bisu itu tiba-tiba memecah lamunku karena langkah seksi si primadona berparkir di depan tongkrongku yang sedang BT hari itu. Saat itu angin kencang sedang hilir mudik dan tanpa sengaja menyibak rok Desi, sepintas warna pink dalam rok Desi terlihat oleh ku yang memang sedang nongkrong di depan Desi.

“Woi sadar donk!” teriak kecil Desi yang membuyarkan tanyaku tentang warna pink tersebut.

“CD aku tadi keliatan ya?” ceplos Desi yang membuat muka ku memerah.

Tanpa sempat memberiku kesempatan berkomentar, Desi menarik lenganku menuju tempat parkiran. Desi adalah junior ku di seni, dan hubungan kita memang sangat lengket, namun Desi menganggapku hanya sebagai kakak saja.

“Kak, anterin aku pulang donk?” pinta Desi

“Lho, emang supir kamu mana?” tanyaku kepada gadis kaya yang pulang pergi di anterin supirnya ini.

“Supirku lagi nyupirin bonyok, dan di rumah nggak ada orang karena lagi beresin perabotan di rumah baruku.”

Tanpa banyak tanya lagi, dengan ramah aku memberikan tumpangan. Namun sekarang aku agak horny, karena saat di boncengi Desi menempelkan badannya ke punggungku dan tangannya memelukku dengan erat. Tidak seperti biasanya jalan Khairil Anwar agak lenggang dan membuat motorku dapat melaju kencang dan sampai dengan cepat di istana Desi.

“Kak, jangan pulang dulu yach. Temenin aku dulu dong sebentar, iseng nich sendirian di rumah.” Tawar tuan rumah.

Setelah berganti baju, Desi langsung menyodoriku minuman kaleng dan beberapa film American Pie yang sudah di putari di kamarnya. Kamar Desi begitu luas dan cantik dengan berbagai ornamen pink dan putih khas perempuan. Setanpa dugaanku, Desi mengganti pakaiannya dengan tanktop putih transparan yang menempel erat ditubuhnya sehingga membuat lekuk tubuhnya terlihat jelas. Tanktop mini itu di padukan dengan rok mini putih yang serasi dengan tanktopnya.


Desi dan aku duduk berdampingan di kasurnya yang mengarah ke TV. Desi duduk dengan memeluk erat tangan ku dan menyenderkan kepalanya ke pundakku. Posisi duduk kami benar-benar membuatku horny, apalagi aku merasakan sebuah tonjolan kecil yang menempel di lenganku dalam pelukan Desi. Dan aku sangat menikmati keempukan dada Desi yang menghimpit lenganku. 

Entah sengaja atau tidak, selain Desi memeluk lenganku, Desi juga menempatkan telapak tangan ku pada roknya tepat di atas vaginanya.

Pada saat pemain film American Pie meragakan hubungan sex, nafas Desi menjadi terengah-terengah dan seperti memburu sesuatu. Tak lama berselang aku merasakan suatu getaran dari penisku dan terasa penisku sedang ereksi. Ternyata pada saat itu Desi sedang meremas-remas penisku dari luar. Aku terus mendesah tanpa berusaha menepikan tangan mungil Desi dari penisku. 

Dan aku semakin mendesah dan menggeliat tatkala Desi memasukkan tangannya ke celanaku dah terus meremas penisku.
Di tengah nikmatku, tangan Desi yang satunya lagi membimbing tanganku untuk masuk ke roknya dan menempatkannya tepat di vaginanya. 

Dengan tidak mau kalah, aku meremas-remas vaginanya juga. Dan betapa menggelinjangnya Desi saat jariku kumasukkan ke lubang vaginanya yang membuat vaginanya membasah.

Kegiatan saling meremas ini berlangsung selama 10 menit sampai akhirnya Desi melepaskan genggamannya dari penisku dan mengeluarkan tanganku dari roknya. Aku sangat menikmati 10 menit indah itu, dan ingin rasanya mengulanginya lagi.

“Kak Desi haus nich, boleh pinjam sedotannya gak?” lirih Desi memecah lamunku.

“He…eh…” sahutku yang masih bingung

Aku bingung karena Desi tidak menyertakan sedotan di minumanku, tapi kenapa ia justru meminjam sedotan dariku. Yang lebih membuatku bingung, setelah aku iyakan, wajah Desi berubah menunjukan senyum yang penuh arti.

Tanpa ada ucapan lagi, tiba-tiba Desi bangkit dari duduknya dan langsung jongkok di depanku

“Heh kamu mau ngapain?” sahutku masih dalam bingung.

“Udah deh, pokoknya kakak bakal keenakan dech…” sahutnya dengan ceplos

Tanpa menunggu komentar dariku lagi, Desi dengan sigap langsung membuka sabuk dan seletingku dan menarik celanaku dengan cepat. Karena kebiasaan ku yang tidak pernah memakai CD dari kecil, penisku langsung menyumbul keluar saat celanaku di peloroti.

Tidak sampai menunggu lama. Tangan Desi langsung meregangkan pahaku, yang membuat selangkanganku terbuka lebar.

Dengan nafas yang terengah-engah dan nafsu yang membara, tangan Desi langsung meraih penisku. Penisku semakin mengeras seirama dengan pijatan dan tarikan yang semakin keras dan cepat yang dilakukan Desi. Tidak hanya saja di pijat, tangan Desi dengan terampil mengocok penisku. Penisku di kocok dengan sangat cepat sampai aku merasa mengejang dan terengah-engah. 

Sebelum mani ku menyemprot keluar, aku menghentikan gerakan lincah tangan Desi. Desi pun langsung menghentikan tangannya, karena ia tahu kalau mani sudah keluar maka penis akan menyusut dan ia tidak bisa meneruskan permainannya.

Setelah selang 1 menit, Desi kembali mengawali permainannya lagi. Kali ini ia mengulum penisku. Ia kocok penisku dengan mulutnya. Bahkan biji penisku pun ia lahap habis.

Karena sedotannya yang kencang di tambah mulutnya yang terus maju mundur, membuat pertahananku goyah. Karena sudah tidak kuat lagi menahan mani yang ingin mendesak keluar dari penisku, maka aku langsung mengeluarkannya. Aku tidak sadar bahwa saat aku menyemprotkan mani, penisku masih di dalam mulut Desi. Al hasil, kini mulut mungil Desi penuh dengan maniku yang sekarang mengalir deras keluar dari mulutnya.

“Desi maaf ya, saya ngeluarinnya gak bilang-bilang.”

“Iya nih kak. Lain kali kalo mau ngeluarin maninya, bilang dulu yah. Asin tau mani nya kakak.” Keluh Desi yang keasinan karena tanpa sengaja menelan maniku.

“Iya deh…., Desi kakak haus nih.” Ucap ku kehausan karena kewalahan oleh permainan Desi.

Ada saja ulah nya Desi. Melihat ku kehausan, ia bukannya mengambilkan minuman, malah menyuruhku menghisap putingnya.

Baca Juga: Cerita Dewasa Rayuan Cowok Playboy

Tindakan kami hanya segitu saja. Karena ternyata Desi masih perawan dan baru melakukannya dengan saya. Namun setiap salah satu rumah kami kosong, kami melakukan oral sex tersebut lagi. Bahkan, apabila setiap habis latihan seni. Kami melakukannya di kelas yang kosong, atau di kamar mandi sekolah. 

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama